<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gereja Interdenominasi Indonesia di Kamboja</title>
	<atom:link href="https://giik.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://giik.org</link>
	<description>Bersekutu, Bertumbuh, Melayani</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Sep 2024 06:28:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7</generator>

<image>
	<url>https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/cropped-Logo-GIIK-Merah-1-32x32.png</url>
	<title>Gereja Interdenominasi Indonesia di Kamboja</title>
	<link>https://giik.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kebutuhan Utama</title>
		<link>https://giik.org/2024/09/11/kebutuhan-utama/</link>
					<comments>https://giik.org/2024/09/11/kebutuhan-utama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 06:27:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://giik.org/?p=345</guid>

					<description><![CDATA[Tentu kita akan sangat bersukacita ketika mendapatkan apa yang selama ini kita rindukan. Ketika itu terjadi, pastilah akan bersuka cita sehingga membawa dampak yang positif dalam hidupnya. Demikian juga dengan ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="607" height="313" src="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/09/3a6f61d6-b6f0-4281-b8a7-1e662de882af.jpeg" alt="" class="wp-image-346" srcset="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/09/3a6f61d6-b6f0-4281-b8a7-1e662de882af.jpeg 607w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/09/3a6f61d6-b6f0-4281-b8a7-1e662de882af-300x155.jpeg 300w" sizes="(max-width: 607px) 100vw, 607px" /></figure>



<p>Tentu kita akan sangat bersukacita ketika mendapatkan apa yang selama ini kita rindukan. Ketika itu terjadi, pastilah akan bersuka cita sehingga membawa dampak yang positif dalam hidupnya.</p>



<p>Demikian juga dengan yang Matius alami ketika Tuhan Yesus datang menemuinya. Matius adalah seorang pemungut cukai yang identik dengan pemeras karena menetapkan bea pajak atas dasar suka-suka dan dianggap antek asing karena bekerja untuk pemerintah Romawi yang adalah penjajah Israel. Sehingga para pemungut cukai dianggap sebagai orang berdosa yang pantas dijauhi oleh masyarakat. Sekalipun hartanya banyak, apalah gunanya jika tak ada satu pun masyarakat yang sudi berteman dengan dirinya, padahal pertemanan &amp; pergaulan sosial adalah kebutuhan utama setiap manusia.</p>



<p>Matius 9:9-10 (TB), &#8220;<em>Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: &#8220;Ikutlah Aku.&#8221; Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.<br>Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.</em>&#8220;</p>



<p>Tuhan Yesus mampu <strong>melihat kebutuhan utama</strong> dari setiap orang yang dilayani-Nya. Demikian juga dengan Matius yang kebutuhan utamanya adalah untuk diterima sebagai kawan, maka Yesus menjawab kebutuhan sosialnya itu dengan menjadikan Matius sebagai kawan.</p>



<p>Apa yang Tuhan Yesus lakukan kepada Matius membuat hatinya tersentuh sehingga <strong>Kabar Baik</strong> dapat diberitakan. Yaitu bahwa ada satu <strong>kebutuhan paling utama </strong>dalam setiap diri manusia, yaitu kebutuhan akan hidup kekal, yang hanya didapatkan di dalam Yesus. Matius pun percaya dan kemudian mengikuti Dia.</p>



<p>Kita perlu memandang orang-orang di sekeliling kita seperti Yesus memandang, yang mampu melihat kebutuhan utama dari setiap mereka dan kemudian memenuhi kebutuhan itu. Bisa jadi kebutuhan itu adalah untuk menjadikan mereka sahabat, memberikan rasa aman berupa pengayoman, nasihat, dorongan semangat, dll. Ketika kebutuhan-kebutuhan itu telah kita penuhi, maka terbuka pintu untuk memberitakan tentang kebutuhan yang paling utama, yaitu kebutuhan akan kehidupan kekal.</p>



<p>Ev. Susanto (Gembala GIIK Poipet)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://giik.org/2024/09/11/kebutuhan-utama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">345</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tidak Ada Lagi Gunanya</title>
		<link>https://giik.org/2024/08/22/tidak-ada-lagi-gunanya/</link>
					<comments>https://giik.org/2024/08/22/tidak-ada-lagi-gunanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 05:03:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mat. 5:13]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://giik.org/?p=337</guid>

					<description><![CDATA[Matius 5:13 (TB), &#8220;Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.&#8221; Sejak kapan garam bisa menjadi ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Matius 5:13 (TB), &#8220;Kamu adalah garam dunia. Jika<strong> garam itu menjadi tawar</strong>, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.&#8221;</p>



<p>Sejak kapan garam bisa menjadi tawar? Bahkan sejak kita lahir sampai sekarang ini rasa-rasanya belum pernah kita menemukan atau setidaknya mendengar ada garam yang kehilangan rasa asinnya. Ini karena kita hidup di zaman modern yang sudah canggih sehingga garam yang kita temui adalah garam yang sudah dimurnikan dari zat-zat tidak berguna lainnya.</p>



<p>Lain cerita dengan garam di zaman Yesus yang masih didapatkan dengan cara tradisional sehingga masih banyak tercampur dengan zat-zat lainnya. Ketika kelamaan disimpan (atau dipakai untuk menimbun bara api agar tetap menyala sampai keesokan paginya) kandungan garam akan mencair sehingga yang tersisa hanyalah bongkahan kristal yang sudah kehilangan kandungan garamnya. Garam seperti inilah yang dimaksud dengan garam yang sudah kehilangan asinnya.</p>



<p>Bagaimana orang Kristen yang adalah garam dunia bisa menjadi tawar? Yaitu ketika ia tidak bisa lagi menunjukkan sikap hidup yang berbeda dengan orang dunia. <strong>Perilaku hidup benar </strong>yang harusnya ia tunjukkan untuk <strong>menjadi teladan</strong> telah kalah oleh tekanan arus dunia (Rom. 12:2). Ketika perilaku, kebiasaan dan cara hidup kita sama aja dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan, itulah salah satu tanda bahwa kita adalah garam yang sudah kehilangan asinnya sehingga tidak ada lagi gunanya.</p>



<p>Oleh: Ev. Susanto</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://giik.org/2024/08/22/tidak-ada-lagi-gunanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">337</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan GIIK Sihanoukville ke Panti Asuhan, 11 Agustus 2024</title>
		<link>https://giik.org/2024/08/12/kunjungan-giik-sihanoukville-ke-panti-asuhan-11-agustus-2024/</link>
					<comments>https://giik.org/2024/08/12/kunjungan-giik-sihanoukville-ke-panti-asuhan-11-agustus-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 08:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://giik.org/?p=305</guid>

					<description><![CDATA[Pada tanggal 11 Agustus 2024, GIIK Sihanoukville mengunjungi panti asuhan. Kegiatan ini dipimpin oleh Pdt. Marnangkok Situmorang.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="305" class="elementor elementor-305">
				<div class="elementor-element elementor-element-4963773c e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="4963773c" data-element_type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-30279879 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="30279879" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<style>/*! elementor - v3.23.0 - 25-07-2024 */
.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-stacked .elementor-drop-cap{background-color:#69727d;color:#fff}.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-framed .elementor-drop-cap{color:#69727d;border:3px solid;background-color:transparent}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap{margin-top:8px}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap-letter{width:1em;height:1em}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap{float:left;text-align:center;line-height:1;font-size:50px}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap-letter{display:inline-block}</style>				
<p>Pada tanggal 11 Agustus 2024, GIIK Sihanoukville mengunjungi panti asuhan. Kegiatan ini dipimpin oleh Pdt. Marnangkok Situmorang.</p>



<p></p>
						</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="elementor-element elementor-element-f55638c e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="f55638c" data-element_type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-5e0f949 elementor-widget elementor-widget-image-gallery" data-id="5e0f949" data-element_type="widget" data-widget_type="image-gallery.default">
				<div class="elementor-widget-container">
			<style>/*! elementor - v3.23.0 - 25-07-2024 */
.elementor-image-gallery .gallery-item{display:inline-block;text-align:center;vertical-align:top;width:100%;max-width:100%;margin:0 auto}.elementor-image-gallery .gallery-item img{margin:0 auto}.elementor-image-gallery .gallery-item .gallery-caption{margin:0}.elementor-image-gallery figure img{display:block}.elementor-image-gallery figure figcaption{width:100%}.gallery-spacing-custom .elementor-image-gallery .gallery-icon{padding:0}@media (min-width:768px){.elementor-image-gallery .gallery-columns-2 .gallery-item{max-width:50%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-3 .gallery-item{max-width:33.33%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-4 .gallery-item{max-width:25%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-5 .gallery-item{max-width:20%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-6 .gallery-item{max-width:16.666%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-7 .gallery-item{max-width:14.28%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-8 .gallery-item{max-width:12.5%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-9 .gallery-item{max-width:11.11%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-10 .gallery-item{max-width:10%}}@media (min-width:480px) and (max-width:767px){.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-2 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-3 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-4 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-5 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-6 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-7 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-8 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-9 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-10 .gallery-item{max-width:50%}}@media (max-width:479px){.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-2 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-3 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-4 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-5 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-6 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-7 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-8 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-9 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-10 .gallery-item{max-width:100%}}</style>		<div class="elementor-image-gallery">
			<div id='gallery-1' class='gallery galleryid-305 gallery-columns-4 gallery-size-medium_large'><figure class='gallery-item'>
			<div class='gallery-icon landscape'>
				<a data-elementor-open-lightbox="yes" data-elementor-lightbox-slideshow="5e0f949" data-elementor-lightbox-title="WhatsApp Image 2024-08-12 at 14.54.48 (1)" data-e-action-hash="#elementor-action%3Aaction%3Dlightbox%26settings%3DeyJpZCI6MzA3LCJ1cmwiOiJodHRwczpcL1wvZ2lpay5vcmdcL3dwLWNvbnRlbnRcL3VwbG9hZHNcLzIwMjRcLzA4XC9XaGF0c0FwcC1JbWFnZS0yMDI0LTA4LTEyLWF0LTE0LjU0LjQ4LTEuanBlZyIsInNsaWRlc2hvdyI6IjVlMGY5NDkifQ%3D%3D" href='https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-1.jpeg'><img decoding="async" width="768" height="576" src="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-1-768x576.jpeg" class="attachment-medium_large size-medium_large" alt="" srcset="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-1-768x576.jpeg 768w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-1-300x225.jpeg 300w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-1-1024x768.jpeg 1024w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a>
			</div></figure><figure class='gallery-item'>
			<div class='gallery-icon landscape'>
				<a data-elementor-open-lightbox="yes" data-elementor-lightbox-slideshow="5e0f949" data-elementor-lightbox-title="WhatsApp Image 2024-08-12 at 14.54.48" data-e-action-hash="#elementor-action%3Aaction%3Dlightbox%26settings%3DeyJpZCI6MzA4LCJ1cmwiOiJodHRwczpcL1wvZ2lpay5vcmdcL3dwLWNvbnRlbnRcL3VwbG9hZHNcLzIwMjRcLzA4XC9XaGF0c0FwcC1JbWFnZS0yMDI0LTA4LTEyLWF0LTE0LjU0LjQ4LmpwZWciLCJzbGlkZXNob3ciOiI1ZTBmOTQ5In0%3D" href='https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48.jpeg'><img decoding="async" width="768" height="576" src="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-768x576.jpeg" class="attachment-medium_large size-medium_large" alt="" srcset="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-768x576.jpeg 768w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-300x225.jpeg 300w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48-1024x768.jpeg 1024w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-14.54.48.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a>
			</div></figure>
		</div>
		</div>
				</div>
				</div>
					</div>
				</div>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://giik.org/2024/08/12/kunjungan-giik-sihanoukville-ke-panti-asuhan-11-agustus-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">305</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Persekutuan Pelayan Altar GIIK Phnom Penh, 10 Agustus 2024</title>
		<link>https://giik.org/2024/08/12/persekutuan-pelayan-altar-10-agustus-2024/</link>
					<comments>https://giik.org/2024/08/12/persekutuan-pelayan-altar-10-agustus-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 06:27:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://giik.org/?p=224</guid>

					<description><![CDATA[Persekutuan Pelayan Altar telah diadakan pada 10 Agustus 2024 pukul 12.00-15.00 di UMG Cambodia (rumah Bpk. Alfred). Pembekalan firman Tuhan dipimpin oleh Pdt. Lady Monita. Berikut beberapa keseruan dalam persekutuan ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Persekutuan Pelayan Altar telah diadakan pada 10 Agustus 2024 pukul 12.00-15.00 di UMG Cambodia (rumah Bpk. Alfred). Pembekalan firman Tuhan dipimpin oleh Pdt. Lady Monita.</p>



<p>Berikut beberapa keseruan dalam persekutuan tersebut&#8230;.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" data-id="227" src="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/111-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-227" srcset="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/111-1024x576.jpeg 1024w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/111-300x169.jpeg 300w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/111-768x432.jpeg 768w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/111-1536x864.jpeg 1536w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/111.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" data-id="228" src="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/222-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-228" srcset="https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/222-1024x768.jpeg 1024w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/222-300x225.jpeg 300w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/222-768x576.jpeg 768w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/222-1536x1152.jpeg 1536w, https://giik.org/wp-content/uploads/2024/08/222.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://giik.org/2024/08/12/persekutuan-pelayan-altar-10-agustus-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224</post-id>	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Ku Punya Visi</title>
		<link>https://giik.org/2024/08/12/ku-punya-visi/</link>
					<comments>https://giik.org/2024/08/12/ku-punya-visi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 06:20:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://giik.org/?p=219</guid>

					<description><![CDATA[(Persekutuan Doa GIIK, 8 Agustus 2024) Masing-masing kita pastilah memiliki setidaknya satu saja impian. Entah itu terkait dengan kerjaan, rumah tangga, masa depan, dan yang lainnya. Impian itulah yang kemudian ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>(<em>Persekutuan Doa GIIK, 8 Agustus 2024</em>)</p>



<p>Masing-masing kita pastilah memiliki setidaknya satu saja impian. Entah itu terkait dengan kerjaan, rumah tangga, masa depan, dan yang lainnya. Impian itulah yang kemudian mendorong kita berjuang untuk bisa mencapai apa yang kita impikan itu. Salah satu rekan kami impiannya cuman satu, segera menikah, menjadi ibu rumah tangga dan punya anak-anak. Udah. Ketika itu sudah tercapai yaudah, gak ada sesuatu lagi yang perlu diperjuangkan lagi. Hidupnya merasa sudah lengkap dan tidak ada lagi yang dirasa perlu untuk dikejar.</p>



<p>Dulu saya punya impian bahwa sebelum menikah harus sudah punya rumah sendiri, sehingga gimana caranya impian saya itu bisa terwujud. Kalau saya tidak ada impian itu, maka saya bisa menjadi &#8220;<strong>liar</strong>&#8220;, dalam artian<strong> sebebas-bebasnya </strong>mempergunakan uang saya untuk apa yang saya mau. Uang-uang saya, siapa yang bisa larang saya mau pakai buat apa? Tetapi kesadaran bahwa saya ada impian untuk memiliki rumah sebelum menikah itulah yang kemudian menjadi semacam rambu-rambu pengingat, yang <strong>membatasi</strong> ruang gerak saya dalam memakai uang, karena harus ada uang yang disisihkan untuk cicilan KPR agar impian saya bisa tercapai.</p>



<p>Demikian juga kebenaran firman Tuhan mengingatkan bahwa kita harus memiliki sebuah visi atau impian agar hidup kita tidak semau gue.<br>Amsal 29:18, “Bila tidak ada wahyu, menjadi <strong><em>liarlah </em></strong>rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum,”<br>Kata <strong><em>wahyu </em></strong>atau <strong><em>chazon </em></strong>di sini bisa berarti vision atau visi, mimpi/penglihatan ataupun juga tuntunan Allah. Tanpa visi atau apa yang Allah mau dari hidup kita, maka kita akan menjalani hidup secara serampangan. Kita tidak tahu tujuan hidup kita, kita tidak tahu maunya Allah atas hidup kita sehingga kita bertindak suka-suka hati.</p>



<p>Ketika Yusuf menerima visi yang dari Allah yaitu lewat mimpinya di dalam Kej. 37: 5-10, bagaimana ia akan menjadi raja atas seluruh keluarganya, visi dari Allah memang ia tangkap sehingga ia dengan percaya diri menceritakan kepada saudara dan orang tuanya. Tetapi sayangnya ia hanya memahami setengah saja dari visi Allah atas hidupnya itu. Belasan tahun kemudian barulah dengan clear ia memahami visi Allah atas hidupnya.</p>



<p>Kej.45:5 <em>Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab <strong>untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu</strong>.</em><br>Kej. 45:7 <em>Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.</em><br>Inilah sebenarnya visi Allah atas hidup Yusuf. Menjadikan Yusuf raja untuk memerintah atas saudara-saudaranya bahkan bukanlah visi utama Allah atas hidupnya, melainkan melalui kepemimpinannya itulah ia bisa menjadi berkat dengan menolong kehidupan seluruh kaum bangsanya.</p>



<p>Di dalam Kej. 42:9 Yusuf teringat kembali mimpinya mengenai saudara-saudaranya. Di sinilah ia baru dengan jelas menangkap visi yang dari Allah atas hidupnya. Kalau tidak ada visi yang dari Allah, Yusuf bisa bertindak semau dia. Bisa saja semua saudaranya dibinasakan semua, atau setidaknya dijual sebagai budak atau dipenjara seumur hidup mereka sebagai balas dendam. Tetapi ketika Yusuf memahami visi Tuhan yang sebenarnya, maka ia bisa mengampuni kejahatan saudara-saudaranya dan bahkan komitmen untuk menjamin kehidupan mereka semua.</p>



<p>Kita semua pastilah punya visi, kehendak atau rancangan Allah bagi setiap kita. Mari kita cari tahu dengan lebih tajam lagi sebenarnya apa visi Tuhan bagi setiap kita. Sehingga kita menjalani hidup kita dengan satu tujuan, satu guidance yang jelas, yaitu berjalan sesuai visi Tuhan bagi hidup kita. Salah satu cara mengetahui kehendak Tuhan adalah melalui doa-doa. Mintalah kepada Tuhan agar Dia menyatakan visinya sekali lagi sehingga kita bisa dengan lebih jelas mendengar dan menanggapi visi-Nya bagi masing-masing kita.</p>



<p>Oleh: Ev. Susanto</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://giik.org/2024/08/12/ku-punya-visi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunci Sukses</title>
		<link>https://giik.org/2024/08/12/kunci-sukses/</link>
					<comments>https://giik.org/2024/08/12/kunci-sukses/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 05:06:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://giik.org/?p=157</guid>

					<description><![CDATA[Kejadian 15:5 (TB), &#8220;Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: &#8220;Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.&#8221; Maka firman-Nya kepadanya: &#8220;Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.&#8221; Abraham tahu ...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kejadian 15:5 (TB), <em>&#8220;Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: &#8220;Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.&#8221; Maka firman-Nya kepadanya: &#8220;Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.&#8221;</em></p>



<p>Abraham tahu visi atau kehendak Allah atas hidupnya, yaitu bahwa keturunannya akan memenuhi dan menguasai bumi. Hanya saja ia kepentok pada masalah besar, istrinya sudah tua dan mandul sehingga secara logika tak mungkin visi Tuhan itu digenapi melalui Sara, istrinya. Sehingga muncullah ide untuk mengawini perempuan lain, agar visi Allah itu bisa tergenapi.</p>



<p>Sayangnya bukan itu yang Tuhan maksudkan, sehingga bukannya berkat yang diterima tetapi bencana yang mereka dapatkan. Bahkan dampak dari pengambilan inisiatif berdasarkan nalar manusia itu masih bisa kita rasakan sampai hari ini. Keturunan Ismail benar-benar seperti &#8220;keledai liar&#8221; sifatnya (Kej.16: 11-12) yang terus saja memicu keresahan dan menebar permusuhan di mana-mana.</p>



<p>Permasalahan yang sama mungkin saja kita hadapi ketika menjalani visi Tuhan. Kita merasa jenuh menunggu &amp; tidak sabaran karena sepertinya visi itu tidak kunjung menjadi nyata. Bahkan sepertinya semua mentok di sana-sini. Dan ketika kita inisiatif dengan cara kita, yang ada justru malah mengacaukan semuanya.</p>



<p>Yakobus 4:13, 15 (TB),<em> &#8220;Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: &#8220;Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung&#8221;</em>, <em>sebenarnya kamu harus berkata: &#8220;Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.&#8221;</em></p>



<p>Segala perencanaan &amp; strategi memang sangat dibutuhkan dalam hal apapun dan menjadi salah satu kunci kesuksesan, tetapi yang terutama adalah libatkan Tuhan dalam setiap perencanaan kita. Mengetahui kehendak Tuhan, tunduk dan taat adalah kunci keberhasilan dalam mencapai visi Allah atas masing-masing kita.</p>



<p>Oleh: Ev. Susanto</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://giik.org/2024/08/12/kunci-sukses/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
