📖 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. (1 Petrus 2:11 TB)
IDENTITAS KITA DI PERANTAUAN
Ketika kita merantau, kita memasuki lingkungan baru, yang berbeda dengan tempat asal kita sebelumnya.
Rasul Petrus mengingatkan bahwa orang percaya adalah pendatang atau perantau yang hidup mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Di perantauan bukan alasan untuk kehilangan iman.
Justru di perantauan adalah kesempatan yang terbaik kita untuk bersaksi tentang kasih Tuhan.
Refleksi :
Apakah lingkungan baru saya membuat saya semakin dekat kepada Tuhan atau justru menjauh dari-Nya?
🛐 Doa :
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyertai saya di mana pun saya berada. Tolong saya agar tidak kehilangan identitas sebagai anak-Mu di tengah lingkungan yang baru. Amin.
⛪️ “Those who belong to God as his people can have no no abiding city here.” (Edmund P. Clowney) (Mereka yang termasuk umat Allah tidak memiliki kota yang abadi di dunia ini.)
(Pdt. M. Situmorang, Sunday, 18 Oktober 2026)
